detail

Bupati Kolaka Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Gerakan Pangan Murah Diminta Makin Masif

Bupati Kolaka Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi, Gerakan Pangan Murah Diminta Makin Masif.

Blog Single
Bupati Kolaka Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi, Gerakan Pangan Murah Diminta Makin Masif.
Kolaka — Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si.
</svg>") !important; background-position: center center !important; background-repeat: no-repeat !important; background-size: contain !important; height: 16px !important; width: 16px !important; font-family: inherit; display: inline-block !important; cursor: pointer; outline: none;">
, memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kolaka. Bupati meminta OPD memperkuat pemetaan kebutuhan dan ketersediaan pangan, menghitung potensi kekurangan pasokan, serta menyiapkan intervensi apabila terjadi kelangkaan. Kamis, (08/10)
Data September 2026 menunjukkan inflasi Kolaka sebesar 0,93 persen dibanding Agustus, 4,42 persen dibanding September 2025, dan 5,34 persen sejak awal tahun. IHK Kolaka mencapai 116,55. Angka inflasi tahunan tersebut berada di atas Konawe 4,29 persen, Kendari 4,31 persen, Baubau 3,23 persen, Sulawesi Tenggara 4,17 persen, dan nasional 3,28 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama inflasi dengan kenaikan harga 2,02 persen dan andil 0,73 persen, sementara pendidikan naik 8,09 persen dengan andil 0,27 persen. Kelompok lainnya relatif terkendali, yakni transportasi naik 0,11 persen, perlengkapan rumah tangga turun 0,14 persen, informasi-komunikasi dan jasa keuangan turun 0,25 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya turun 0,59 persen.
Komoditas yang paling besar mendorong inflasi tahunan adalah emas perhiasan 1,10 persen, ikan cakalang/ikan sisik 0,80 persen, udang basah 0,58 persen, minyak goreng 0,30 persen, ikan katamba 0,25 persen, sigaret kretek mesin 0,19 persen, bensin 0,18 persen, ikan layang/ikan benggol 0,16 persen, bayam 0,14 persen, dan cumi-cumi 0,12 persen. Secara bulanan, penyumbang terbesar berasal dari akademi/perguruan tinggi 0,27 persen, ikan bandeng/ikan bolu 0,24 persen, ikan cakalang/ikan sisik 0,13 persen, cabai 0,09 persen, ikan katamba dan bayam masing-masing 0,07 persen, ikan teri dan cumi-cumi masing-masing 0,06 persen, ikan kembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso 0,05 persen, serta telur ayam ras 0,04 persen.
Bupati juga mendorong peningkatan produksi sayuran, cabai, tomat, brokoli dan komoditas hortikultura lainnya, sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan melalui PKK hingga desa dan kelurahan. Dukungan bibit, benih dan pupuk akan diperkuat agar produksi pangan dapat berkelanjutan.
Untuk 2027, Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar diminta semakin sering dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Langkah tersebut akan diperkuat dengan intervensi pasokan dan pemanfaatan produksi lokal agar kebutuhan pokok tetap tersedia, harga terjangkau, dan tekanan inflasi di Kabupaten Kolaka dapat dikendalikan.” Ujarnya
Bagikan halaman ini:

Postingan Terkait :