Omset Petani Hidroponik di Wundulako Capai Jutaan Rupiah

Kolakaonline – Petani boleh jadi bukan profesi yang populer. Tapi anggapan itu tak mengurungkan Mustafa warga Kecamatan Wundulako, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara untuk bekerja sebagai petani Hidroponik. Bahkan yang awalnya hanya menjadi bahan tertawaan tetangganya saat ini hasil pertanian Hidroponik sudah bisa menghasilkan sekitar Rp. 5 Juta Perbulan.

Kepada kolakaonline.com Mustafa mengatakan awalnya ingin bertani Hidroponik karena permintaan sayuran sangat baik di Kabupaten Kolaka, namun sayuran tersebut kadang masing tidak memperhatikan penaikan obat-obatan kimia.

“Kalau Hidroponik kita tidak gunakan obat kimia, sayuran kita hanya di beri pupuk organik dalam bentuk cairan nutrisi,” ujar Mustafa.

Untuk modal awal mustafa mengaku hanya sekitar Rp.5 jutaan, itu untuk membeli bahan pipa dam pompa, bibit dan kebutuhan lainya.

“Saya pake barang bekas seperti streyfom, buah yang banyak terdapat di penjual buah, jadi modal awal kurang lebih Rp.5 jutaan,” ujarnya.

Untuk saat ini hasil dari kebun Hidroponik sudah mencapai Rp.4 sampai Rp. 5 Juta per bulan, jadi di kalkulasikan penghasilan dari jual sayuran perhari Rp.150 ribu.

“Pelanggam kebun hidroponik Alam Jaya ada yang dari Pomala, Kolaka dan Kolaka Utara,” tambahnya.

Untuk masalah yang di hadapi adalah trempratur untuk kabupaten Kaloka suhunya panas sampai mencapai 38 drajat, jadi kurang bagus untuk petani Hidroponik. Sebanrnya untuk suhu normal tanaman Hidroponik sekitar 28 derajat.

“Untuk harga sayuran hidroponik berfariasi ada yang Rp.5000 per ikat, Rp.10.000, Rp.15.000 dan seterusnya, Konsumen datang sendiri panen di tempat kami. Untuk jenis sayuran, selada, pakcoy, sawi samhong, sawi pagoda, daun bawang, daun seledri,”