Sebanyak 547 siswa SD di Kolaka sudah divaksin

Sebanyak 547 siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Kota Kolaka dan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, sudah menerima vaksin COVID-19 dengan penyelenggaraan vaksinasi kepolisian setempat.

Kapolsek Kota Kolaka AKP Muhammad Arman di Kolaka, Kamis, menyebutkan dari jumlah tersebut terdiri atas 308 siswa di Kecamatan Kota Kolaka dan 239 siswa di Kecamatan Latambaga.

Ia mengatakan jumlah siswa SD di Kecamatan Latambaga yang sudah divaksin totalnya 239 anak dari dua sekolah, yakni SDN I Lalodipu sebanyak 105 siswa yang terdiri SDN 2 Mangolo sebanyak 101 siswa serta SDN 4 Mangolo empat anak.

Saat menjalani vaksin, kata dia, para siswa tersebut didampingi orang tuanya masing-masing. Para siswa antusias mengikuti vaksinasi. Usai menjalani vaksinasi, para siswa tersebut diberikan bingkisan berupa peralatan sekolah dan bingkisan lainnya.

Pemerintah Kota Kendari pada Rabu (19/1) mulai melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak usia enam hingga 11 tahun di SDN 2 Kendari, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menekankan pentingnya vaksinasi bagi pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang aman dari penularan COVID-19.

“Agar anak-anak kita nanti tidak perlu lagi khawatir untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh,” kata dia usai pencanangan pelaksanaan vaksinasi di SDN 2 Kendari.

Ia mengatakan upaya persuasif harus dikedepankan dalam pelaksanaan vaksinasi pada anak-anak usia 6-11 tahun.

“Kita beri penjelasan, pendekatan kita persuasif. Kita tunjukkan data-datanya, agar mau mendukung. Kan ini untuk kebaikan mereka. Pemerintah melakukan ini untuk melindungi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak kita,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Kendari Makmur mengatakan vaksinasi COVID-19 akan dilakukan pada 34.793 siswa di 106 SD negeri dan 21 SD swasta di Kota Kendari.

“Kita targetkan dalam 16 hari bisa tuntas semuanya. Kita siapkan satu titik (pelayanan vaksinasi, red.) di setiap kecamatan dengan target 150 sampai 200 peserta didik setiap hari,” kata dia.

Peserta didik diantar oleh orang tuanya dengan membawa kartu keluarga dalam vaksinasi itu.

Akan tetapi, katanya, hal yang tidak kalah penting siswa sudah sarapan sebelum divaksin.

Sumber : Kolaka (ANTARA) , 21 Januari 2022

Tinggalkan Balasan