Bupati Kolaka H. Ahmad Safei,SH.,MH mengikuti Video Conference (Vidcon) peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2021

Bupati Kolaka H. Ahmad Safei,SH.,MH mengikuti Video Conference (Vidcon) peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2021 dengan mengusung tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi” yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertempat di Command Center Diskominfo Kab. Kolaka. Kamis, (09/12)
Kegiatan ini dihadiri secara langsung Presiden RI Ir. H. Joko Widodo didampingi Ketua KPK Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri, juga dihadiri oleh Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin .
Tujuan peringatan (Hakordia) tahun ini adalah memberikan bentuk dukungan dan perkembangan atas peran serta pemberantasan korupsi yang sudah dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sektor usaha termasuk masyarakat sipil .
Beberapa arahan Presiden, Korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang juga mempunyai dampak luar biasa. Oleh sebab itu, kejahatan ini harus ditangani dengan cara luar biasa pula, serta pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental dan jika korupsi berhasil di cegah maka kepentingan rakyat terselamatkan.
“Pada periode Januari-November 2021, Polri telah melakukan penyidikan terhadap 1.032 perkara korupsi, Kejaksaan pada periode yang sama telah melakukan penyidikan sebanyak 1.486 perkara korupsi, demikian pula dengan KPK yang telah menangani banyak sekali kasus perkara korupsi, seperti yang sudah disampaikan Ketua KPK.” Jelasnya
Adapun harapan presiden kepada KPK agar penguatan KPK betul-betul nyata, pemberantasan korupsi bisa sistematis, betul-betul memiliki dampak yang baik bagi ekonomi dan bagi negara .

dengan mengusung tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi” yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertempat di Command Center Diskominfo Kab. Kolaka. Kamis, (09/12)

Kegiatan ini dihadiri secara langsung Presiden RI Ir. H. Joko Widodo didampingi Ketua KPK Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri, juga dihadiri oleh Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin .
Tujuan peringatan (Hakordia) tahun ini adalah memberikan bentuk dukungan dan perkembangan atas peran serta pemberantasan korupsi yang sudah dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sektor usaha termasuk masyarakat sipil .
Beberapa arahan Presiden, Korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang juga mempunyai dampak luar biasa. Oleh sebab itu, kejahatan ini harus ditangani dengan cara luar biasa pula, serta pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental dan jika korupsi berhasil di cegah maka kepentingan rakyat terselamatkan.
“Pada periode Januari-November 2021, Polri telah melakukan penyidikan terhadap 1.032 perkara korupsi, Kejaksaan pada periode yang sama telah melakukan penyidikan sebanyak 1.486 perkara korupsi, demikian pula dengan KPK yang telah menangani banyak sekali kasus perkara korupsi, seperti yang sudah disampaikan Ketua KPK.” Jelasnya
Adapun harapan presiden kepada KPK agar penguatan KPK betul-betul nyata, pemberantasan korupsi bisa sistematis, betul-betul memiliki dampak yang baik bagi ekonomi dan bagi negara .
Sumber : Diskominfo Kab.Kolaka
 
 

Tinggalkan Balasan