Gugus tugas keluarkan instruksi pembatasan keluar masuk wilayah Kolaka

Tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 kabupaten Kolaka,Sultra, mengeluarkan instruksi pembatasan keluar dan masuk wilayah daerah itu dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang ditandatangani langsung Bupati Ahmad Safei, selaku ketua gugus tugas COVID-19 per tanggal 19 Mei 2020.

Dalam instruksi itu nomor 338/001/C-19/2020,terhitung sejak Sabtu tanggal 16 Mei 2020 hingga berakhirnya masa tanggap darurat  dimana seluruh warga atau orang dari luar kabupaten Kolaka dibatasi untuk keluar atau masuk mencakup perjalanan keluar dan masuk bagi semua orang yang menggunakan kendaraan pribadi atau moda transportasi umum, baik darat, laut maupun udara.

Meski ada pembatasan, dalam instruksi itu tetap memberi  pengecualian bagi ASN atau pekerja swasta dengan beberapa syarat yang harus dimiliki yakni kegiatan pelayanan percepatan penanganan COVID -19, tugas pelayanan Kamtibmas, pelayanan kesehatan, pelayanan penyediaan kebutuhan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi.

Pengecualian diberikan juga kepada pasien, atau perjalanan pelayanan kesehatan bagi orang tua, istri, anak, atau saudara kandung yang sakit keras, atau meninggal dunia.

Meski mendapat pengecualian beberapa diantaranya harus mengikuti kritetia, yaitu menunjukkan surat tugas yang ditandatangani atasan, minimal oleh pejabat eselon II atau setingkat untuk ASN, TNI/Polri.

Dan untuk karyawan BUMN/BUMD, unit pelaksana teknis, satuan kerja, organisasi non pemerintah, harus ditandatangani oleh direksi atau kepala kantornya.

Selain itu juga diharuskan  memperlihatkan hasil PCR SWAB atau rapid test yang menyatakan negatif Covid-19, ataupun surat keterangan sehat dari dinas kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, atau klinik kesehatan.

Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki lembaga atau organisasi, maka harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai dan diketahui pemerintah setempat atau lurah atau kepala desa.

Memperlihatkan KTP atau tanda pengenal  yang masih berlaku juga diwajibkan disertai jadwal perjalanan pergi dan kepulangan, serta telah mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas daerah asal.

Khusus bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Gustas juga mensyaratkan untuk memperlihatkan identitas diri, surat keterangan rujukan, keterangan kematian atau mengunjungi keluarga berduka, serta wajib memperlihatkan hasil pemeriksaan PCR swab negatif atau rapid test non reaktif.

Sumber : Kolaka (ANTARA),19 Mei 2020

Tinggalkan Balasan