Lambo Lemo, Pusat Produksi Gula Aren

     Kepala Desa Lambo Lemo Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka, Yusuf, mengakui menceritakan bahwa salah satu potensi alam yang besar ada di Dusun V, yang masih sangat virgin, karena berada di atas gunung dengan segala sumber daya perkebunan yang dimiliki, utamanya kakao, merica, cengkeh, dan tanaman buah-buahan, bahkan belasan hektar sawah.

       Dengan jumlah penduduk Dusun V sekitar 219 jiwa dengan 42 rumah ini, dapat memanfaatkan pengelolaan sumber daya alam yang optimal.

Kata Kades Yusuf bahwa ada potensi alam yang langsung digunakan secara turun-temurun, yaitu pengolahan gula merah dari pohon enau.

Jadi 42 rumah atau KK ini selain berbudidaya, adalah mengandalkan hidupnya sebagai pengrajin gula aren. Tetapi diantara 42 KK ini, yang paling getol dan setiap hari berproduksi adalah 27 KK. Anggota keluarga ini memang tinggal di atas gunung, dan sudah menetap bertahun-tahun. Sedangkan KK yang lain, kadang turun karena juga punya rumah di poros Kolaka – Kolaka Utara (dusun ibukota desa)

    Setiap KK dalam setiap harinya rata-rata mampu memproduksi 8 – 11 biji gula aren. Dimana setiap satu biji gula berbobot 1,3 Kg atau lebih.

Perbijinya itu dapat laku sampai Rp 15 ribu. Jadi, 8 biji x Rp 15 ribu maka hasilnya Rp 120 ribu. Jadi setiap KK sudah dapat menghasilkan kotor Rp 120 ribu. Apalagi saat ini semakin memudahkan pemasaran, karena jalan gunung yang dulunya tidak dapat dilalui motor, bahkan kuda sekalipun, sekarang sudah rabat beton, sehingga para pedagang sudah mendatangi langsung rumah-rumah produksi warga.

Yusuf juga berharap bahwa khusus Dusun V untuk tahun 2020 mendesaign sebagai sebuah perkampungan khusus, yaitu Dusun Buah, karena banyak ragam buah-buahan yang dipasok ke pasar-pasar terdekat berasal dari dusun ini. *

 

 

Sumber : KOLAKA – SC.    Tanggal 28 November 2019

Tinggalkan Balasan