Kemarau Panjang, Warga Wundulako Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Sejumlah warga di Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengeluh kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Keluhan-keluhan tersebut khususnya disuarakan oleh warga yang bermukim di Kelurahan Silea dan Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sultra.

Sumber air bersih desa dan kelurahan itu, berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hanya saja, sudah beberapa bulan ini air bersih tidak mengalir dengan lancar.

Namun, sama halnya dengan PDAM, sanitasi yang bersumber dari Sungai Tikonu ini pun kini mulai berkurang debit airnya. Sehingga, tidak mengaliri semua rumah warga di desa dan kelurahan tersebut.

Salah satu warga Kelurahan Silea, Rumi (53) menuturkan saat ini untuk mendapatkan air, mereka hanya bisa mengharapkan sanitasi lancar yang ada di sejumlah rumah warga. Rumi menyebutkan bila air tersebut hanya digunakan untuk memasak.

Sementara, mandi dan mencuci biasanya mereka pergi ke Sungai Mekongga. Di sungai tersebut, debit airnya pun sudah mulai berkurang, akibat kemarau yang sudah cukup lama terjadi.

“Sanitasi kadang mengalir, dan kadang juga tidak mengalir. Kita tadah saja, kalau sudah penuh kita masukan ke penampungan di dalam rumah,” ujar Rumi ditemui di Kelurahan Silea, Rabu (27/11/2019).

Ia menyebutkan rumah-rumah warga yang tidak tersambung dengan PDAM, hanya mengandalkan mengambil air dari sanitasi. Akibat kondisi ini, sejumlah warga bahkan harus mengunakan jerigen di atas arco, lalu dibawa ke sumber air tersebut. Hal yang sama juga dialami oleh sejumlah warga Desa Tikonu.

Ditemui saat meninjau langsung di Kelurahan Wundulako, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka, Dwi Dharma menjawab keluhan masyarakat ini, pihaknya akan segera menyuplai air bersih setelah melakukan pendataan terhadap warga dan berkoordinasi dengan PDAM.

Sebab, air sanitasi dari Sungai Tikonu ini tidak bisa diminum dan dipakai mandi secara terus menerus. Sebab, tidak melalui proses, sehingga bisa menyebabkan kolera, disentri, serta penyakit kulit.

“Kemarau berkepanjangan ini sudah bisa dikatakan bencana, meskipun belum besar skalanya,” jelas Dharma.

Menurutnya, problematika ketika hujan dan kemarau sama, saat hujan terjadi banjir, sedangkan ketika kemarau panjang maka kekeringan yang melanda. Untuk itu, sebelum terjadi kekeringan yang lebih parah, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait.

“Kita juga akan pantau di kecamatan lainnya di Kolaka yang sekiranya kekurangan air bersih. Karena kondisi alam yang sudah tidak seimbang,” pungkasnya. (a)

Sumber   : ZONASULTRA.COM, KOLAKA   Tgl. 27 November 2019

© Kemarau Panjang, Warga Wundulako Kesulitan Dapatkan Air Bersih | ZonaSultra.com
Sumber: https://zonasultra.com/kemarau-panjang-warga-wundulako-kesulitan-dapatkan-air-bersih.html

Tinggalkan Balasan