Di Sultra, daftar tunggu calon haji capai 39 ribu orang

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat hingga November 2019 daftar tunggu calon jemaah haji di daerah itu mencapai 39 ribu orang lebih, artinya lama antrean baru bisa menunaikan rukun Islam kelima bila mendaftar hari ini antara 19 hingga 20 tahun bisa berangkat.

“Bila berdasar pada jatah normal calon haji Sultra dengan kisaran antara 2026 hingga 2050 orang termasuk tim pemandu haji daerah (TPHD), maka lama antrean kita sampai 19 hingga 20 tahun,” kata Kepala Bidang Urusan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sultra, H La Maidu di Kendari, Rabu.

Menurut La Midu, jika estimasi tambahan 20.000 kuota haji yang direncanakan pemerintah tahun 2020 bisa permanen, maka lama antrean haji hanya 15 hingga 17 tahun.

“Kalau tambahan 10.000 kuota haji di 2019 ini, Sultra juga dapat tambahan 315 kuota. Tetapi itu kan hanya tahun ini berlaku, tahun berikutnya kita belum mengetahuinya lagi,” tambahnya.

Menurutnya terhitung hingga pertengahan November 2019, daftar tunggu calon jamaah haji Sultra mencapai 39.000 orang yang tersebar pada 17 kabupaten dan dua kota.

“Daftar tunggu ini terus mengalami peningkatan, ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji sangat besar dan tingkat perekonomian masyarakat juga mendukung,” katanya.

La Maidu menambahkan dari jumlah daftar tunggu yang mencapai angka 39 ribu tersebut, Kabupaten Kolaka yang menduduki peringkat terbesar yakni menghampir angka 10 ribu orang dan menyusul Kota Kendari sekitar 8 ribuan orang dan yang paling terendah pendaaftarannya yakni Buton Selatan, Buton Tengah dan Konawe Kepulauan.

Di sisi lain, kata La Maidu, ada satu wilayah kabupaten yang pendaftaran calon hajinya terbanyak disaat bulan tertentu, yakni Kabupaten Kolaka Timur yang merupakan wilayah pecahan Kabupaten Kolaka.

“Masyarakat Kolaka Timur, biasanya di bulan September hingga Oktober merupakan puncak panen hasil perkebunan khususnya cengkeh, kakao dan nilam. Disaat warga menjual hasil panenya langsung melakukan pendaftar untuk memperoleh nomor forsi,” jelasnya.

Alasan lain meningkatnya animo masyarakat untuk berhaji karena kemudahan syarat, yakni banyaknya kemudahan yang diberikan sehingga bisa mendapatkan nomor porsi, walaupun nilai pendaftaran calon haji sudah naik dari semula Rp20 juta menjadi Rp25 juta, antusias ummat muslim tetap tinggi untuk menunaikan haji.

Sumber : Kendari (ANTARA) –   Tgl. 27 November 2019

Tinggalkan Balasan