Komisi III DPRD Kolaka Kecam Buruknya Pelayanan Penyebrangan Ferry dan Percaloan

Potret Buram Pelayanan Penyebrangan di Pelabuhan Kolaka mulai dari kenyamanan dan keselamatan penumpang dan Praktek Percaloan yang marak di Pelabuhan Penyebrangan tersebut disayangkan Komisi III DPRD Kolaka. Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Hasbi Mustafa yang usai melakukan sidak pada pekan lalu di pelabuhan penyebrangan itu mengecam Buruknya Pelayanan Penyebrangan Ferry dan Praktek Percaloan di satunya pelabuhan ferry di Kolaka itu.

“Kalau kita lihat langsung memang masih sangat buruk, mulai dari penjualan tiketnya sangat tidak prosedur, sembarang saja orang beli tiket, tidak dimintai Kartu Identitasnya, ini membuat calo bebas masuk beli tiket kemudian dijual diluar,” terangnya.

Lalu saat hendak memasuki kapal, kata Hasbi, penumpang pejalan kaki dan pengguna kendaraan tidak dipisah sehingga rawan terjadinya kecelakaan. “Mau masuk di Kapal penumpang pejalan kaki bersamaan masuk dengan kendaraan, ini rawan, harusnya dipisahkan, ada khusus pintu masuk pejalan kaki saat masuk ke Ferry, atau didahulukan penumpang pejalan kaki,” ujarnya.

Hal lain yang ditemukan dalam sidak itu kata Hasbi, beberapa penumpang gelap juga ditemukan tanpa milki tiket. “Aneh ada penumpang yang kita temukan tak miliki tiket, katanya ada yang masukan mereka, berarti ada calo penumpang gelap, bagaimana kalau terjadi apa-apa di pelayaran itu, “ ujarnya.

Lalu hal lain kata Hasbi, pihaknya sangat menyayangkan tiket untuk para penumpang kapal tak memiliki identitas penumpang dan bahkan juga tak ada nama kapal yang dtumpanginya.
Selain itu kata Hasbi, beerapa pedagang asongan juga berjubel diatas kapal yang membuat resah para penumpang. “Belum lagi tikar disewakan diatas kapal, tikar digelar mengahalangi jalannya penumpang, lalu pedagang asongan juga seenaknya keluar masuk, “ terangnya.

Bahkan kata Hasbi, unsur keselamatan kapal juga kurang diperhatikan dalam pelayaran itu. “Beberapa penumpang yang saya tanya, mereka tidak ditunjukan letak pelampung, atau peragakan pemakaian pelampung, yang begini kan harus ada, ditunjukan mana letaknya sekoci, ini penting karena menyangkut keselamatan,” terangnya.

Legislator Hanura itu juga menyayangkan penjualan tiket yang digunakan disemua kapal. ”Harusnya dipisah, mana tiket untuk kapal ini dan kapal itu, supaya manifes penumpangnya gampang diidentifikasi, dan kapal tidak kelebihan muatan,” terangnya.

Atas temuan itu, kata Hasbi pihaknya kan melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak terkait dan bahkan mengancam akan melaporkan kementrian perhubungan dan pihak lainnya jika tidak ada perubahan dalam pelayanan penyebrangan tersebut. (mir/hen)

Sumber : KOLAKAPOS, Kolaka     Tgl. 10 Juni 2019

Tinggalkan Balasan