Prof Ruslin: Peserta UTBK Gratis Biaya Daftar SBMPTN

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 sudah mulai digelar sejak Sabtu (13/4) lalu. Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia menjadi turut menjadi penyelenggara ujian berbasis komputer ini. Terhitung ada sebanyak 1.088 peserta calon mahasiswa baru mengikuti tes UTBK di Kampus Merah Marun itu.
Beruntungnya, bagi peserta tes UTBK yang ingin lanjut kuliah di USN Kolaka tidak perlu lagi membayar atau gratis biaya pendaftaran SBMPTN. Peserta hanya perlu mendaftar SBMPTN pada program studi pilihannya. Wakil Rektor Bidang Akademik USN Kolaka, Prof Dr Ruslin Hadanu M.si mengungkapkan hal itu, pekan lalu. “Mereka tinggal mendaftar di USN Kolaka, dan mendaftarnya sudah gratis karena sudah membayar di UTBK sebesar Rp200 ribu,” kata Ruslin yang juga ketua panitia UTBK SBMPTN di USN Kolaka.
Prof Ruslin juga mengungkapkan, peserta yang tidak mengikuti tes UTBK tidak bisa masuk PTN melalui jalur SBMPTN. Mereka hanya bisa masuk PTN melalui jalur SMMPTN atau jalur mandiri yang pendaftarannya dibuka setelah SBMPTN selesai. “Sebab, syarat masuk SBMPTN pendaftar harus memiliki nilai UTBK,” terangnya.
Dijelaskannya, peserta yang telah mengikuti UTBK tinggal mendaftar secara online pada jalur SBMPTN pada 10 – 24 Juni 2019 mendatang. Kemudian pihaknya akan merangking pendaftar di kampus tersebut sesuai dengan kuota yang ditetapkan. Nantinya, pengumuman disampaikan pada 9 Juli 2019. “Jadi mereka tidak tes lagi, hanya akan dirangking menggunakan nilai UTBKnya. Dengan nilainya dia bisa mengukur kemampuan dirinya,” ujarnya.
Untuk itu, calon mahasiswa baru harus memperoleh nilai tertinggi pada tes UTBK. Ada dua kali kesempatan tes diberikan, sehingga, bila merasa nilainya kurang maksimal maka bisa mengikuti tes lagi. Namun, bila hanya mengikuti satu kali tes, maka calon mahasiswa baru tersebut harus memperoleh nilai tertinggi.
Saat ini USN Kolaka belum menetapkan passing grade seperti kampus besar lainnya semisal UGM. Kata Ruslin, passing grade ditentukan setelah ada pendaftar pada program studi di USN Kolaka. Menurutnya, USN belum melaksanakan aturan yang ketat seperti penetapan passing grade.
Misalnya, program studi administrasi kuota yang diterima 80 orang, pihaknya akan merangking pendaftarnya. Dan yang menjadi urutan terakhir setelah memenuhi kuota, maka nilai itulah yang menjadi passing gradenya. “Mungkin berlaku passing grade kalau pendaftarnya dari luar. Kalau asalnya dari Kolaka kita tidak bisa menentukan passing grade. Karena kampus ini ada untuk orang-orang di sini,” pungkasnya

Sumber : KOLAKAPOS, Kolaka

Tinggalkan Balasan