Polres Kolaka Kerahkan 555 Personel Amankan 703 TPS

Dalam rangka mengamankan seluruh proses tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019, Kepolisian Resor (Polres) Kolaka menurunkan atau mengerahkan sebanyak 555 personel pengamanan.

Jumlah tersebut terdiri dari 379 orang Personel Polres Kolaka, 100 personel bantuan dari Polda Sultra, 31 personel satuan Brimob, dan personel TNI sebanyak 45 orang. Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan diamankan di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur sebanyak 703.

Kapolres Kolaka AKBP Bambang Satriawan menyebutkan 1 personel polisi bakal mengamankan 3 TPS sekaligus, sebab jumlah personel yang terbatas. Para personel pengamanan tidak meninggalkan lokasi TPS, termasuk untuk selalu melakukan patroli.

Dengan jumlah kekuatan tersebut, kata dia, seharusnya dapat dipergunakan secara maksimal dalam mengamankan Pemilu pada 17 April 2019. Selain itu, pihaknya juga dibantu oleh perlindungan masyarakat (linmas) sebanyak 1.406 orang.

“Kami akan all out untuk mengamankan pemilihan yang pelaksananaannya kurang dari tujuh hari ini sesuai dengan aturan,” ujar Bambang di Kolaka, Rabu (10/4/2019).

Bambang pun berharap kerjasama dan koordinasi dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menciptakan pemilihan umum yang damai dan tertib. Sebab, pihaknya harus mengamankan dua kabupaten yaitu Kolaka dan Kolaka Timur.

“Bukan hanya tugas polisi saja untuk mengamankan, tetapi semua orang harus ikut terlibat,” tambahnya.

Bambang menuturkan berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Polres Kolaka, terdapat sejumlah TPS yang dikategorikan rawan. Kerawanan ini dipengaruhi oleh kondisi geografis yakni ada ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Kami bersama forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) tetap berupaya mencarikan solusi untuk mengantisipasinya,” kata Bambang.

Dia berharap meskipun masyarakat memiliki pandangan dan pilihan yang berbeda tetapi harus tetap dapat bersama-sama menciptakan iklim yang tertib dan aman selama proses pemilihan umum hingga perhitungan suara.

Sementara itu, Bupati Kolaka Ahmad Safei mengtakan penyelenggaraan Pilpres dan Pileg harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Utamanya, seluruh komponen masyarakat harus membantu kerja dari pihak keamanan guna menciptakan situasi dan kondisi yang aman.

Bupati dua periode ini mengintruksikan kepada seluruh jajarannya di tingkat camat, lurah, dan kepala desa untuk mengaktifkan ronda mulai lima hari sebelum pemilihan sampai dengan dua hari setelah perhitungan suara, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat,” pungkasnya. (A)

Sumber : ZONASULTRA.COM, KOLAKA

 

Tinggalkan Balasan